Ketika Ksatria Hilang Dari Muka Bumi
February 25th, 2008 by tikaovermarsTiba-tiba dunia menjadi gelap
Angin mengombang-ambingkan isi lautan
Ombak berteriak dan berlari berkejar-kejaran menuju daratan
Tanah terbelah bekas naungan akar pohon yang dicabut dari hidupnya
Dan langit akan runtuh dengan gulungan awan kelabu,hanya tinggal menunggu waktu
Sang ksatria menjadi santapan Kala Makara
Oh..sang dewa, mengapa kau lenyapkan dia dari muka bumi ini?
Siapa yang akan menopang cakrawala agar tidak hambruk menghantam bumi?
Lihatlah akibat yang kau timbulkan
Kesuraman sahaja yang bisa ditampakkan
Oh..Betari..ampunilah sang ksatria
Tidak lama lagi bintang-bintang akan jatuh satu persatu ke tanah yang basah oleh air mata kesedihan
Kemudian cakrawala akan hilang dari seberang
Kartika,anakku…bukan waktunya menangisi, bukan ksatria jika membuatmu berurai airmata
Kesalahan dimasa lalunya membuat ia menjadi alunan senandung bagi Batara Yamadipati
Pergilah ke Gunung Meru dan bertapalah disana
Buang semua sifat jahat dunia, bersetubuhlah dengan alam semesta
Kelak kau akan mendapatkan buah dari ketulusanmu
Menjadilah sederhana seperti sifat bumi, anakku
Bumi tidak pernah meminta, tapi ia memberikan semua yang dia punya
Rendah hati kau senantiasa,seperti palung dilautan terdalam
Kartika anakku, kau tidak perlu seorang ksatria untuk menopang langitmu
Kau adalah ksatria dalam dirimu
Gagah senantiasa ketika kau menarik gandewa
Cantik laksana gemintang perona malam
Semua penyokong bangunan kehidupanmu,
adalah kecintaanmu pada kehidupan itu sendiri